Daftar berikutnya ditempati oleh Institute for Scientific Information of the Russian Academy of Science di Moskow yang memiliki sekitar 15,5 juta buku.
Sementara itu, Harvard Library di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, menjadi perpustakaan universitas terbesar dengan koleksi sekitar 13,1 juta buku. Berdiri sejak tahun 1638, perpustakaan ini mendukung berbagai aktivitas akademik dan penelitian bertaraf internasional.
Baca Juga: 4 Tips Jago Matematika Tanpa Bakat atau IQ Tinggi, Lulusan ITB Bongkar Rahasia Belajarnya
Vernadsky National Scientific Library of Ukraine di Kyiv juga masuk dalam daftar dengan koleksi lebih dari 13 juta buku. Perpustakaan yang berdiri pada tahun 1919 ini menjadi salah satu pusat dokumentasi ilmiah terbesar di Eropa Timur.
Sementara itu, New York Public Library yang didirikan pada tahun 1895 menutup daftar dengan koleksi lebih dari 11 juta buku. Perpustakaan ini terkenal sebagai salah satu ikon Kota New York sekaligus menjadi destinasi favorit bagi wisatawan maupun pencinta literasi.
Keberadaan perpustakaan-perpustakaan megah tersebut membuktikan bahwa budaya membaca dan pelestarian ilmu pengetahuan tetap menjadi prioritas di berbagai negara. Selain menyimpan jutaan koleksi buku, perpustakaan modern kini juga berkembang menjadi pusat inovasi, penelitian, serta ruang belajar yang nyaman bagi masyarakat dari berbagai kalangan.
source: youtube@TIPSPENDIDIKAN
Artikel Terkait
Sejarah Universitas Brawijaya: Dari Kampus Daerah hingga Jadi Universitas Favorit Bertaraf Internasional
20 Tahun Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya, Dari Program Studi Kecil Kini Jadi Departemen Berprestasi Internasional
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kampus Pertanian Berstandar Internasional dengan Fasilitas Lengkap
4 Tips Jago Matematika Tanpa Bakat atau IQ Tinggi, Lulusan ITB Bongkar Rahasia Belajarnya
Belajar Matematika Bernalar: Alasan Konsep Pindah Ruas hingga Pecahan Sering Disalahpahami