pendidikan

5 Perpustakaan Terbaik di Indonesia yang Wajib Dikunjungi, Bukan Sekadar Tempat Membaca

Kamis, 9 Juli 2026 | 13:40 WIB
Perpustakaan bukan sekadar tempat membaca, tetapi jendela menuju ilmu, inspirasi, dan masa depan yang lebih cerah.

Berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 462, Pekanbaru, Riau, Perpustakaan Soeman HS diresmikan pada 28 Oktober 2008. Bangunan megahnya menjadi salah satu ikon Kota Pekanbaru.

Perpustakaan ini memiliki lebih dari 200 ribu koleksi buku, enam lantai ruang baca, pendingin ruangan, serta fasilitas Wi-Fi gratis yang membuat pengunjung semakin nyaman belajar.

Baca Juga: Belajar Matematika Bernalar: Alasan Konsep Pindah Ruas hingga Pecahan Sering Disalahpahami

3. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atau Perpusnas menjadi salah satu perpustakaan paling megah di dunia. Gedungnya memiliki tinggi sekitar 126 meter dengan total 24 lantai, termasuk tiga lantai parkir bawah tanah.

Keberadaan Perpusnas menjadi simbol penting perkembangan literasi nasional. Koleksi buku yang sangat lengkap dipadukan dengan fasilitas modern menjadikan perpustakaan ini sebagai tujuan utama pelajar, mahasiswa, hingga peneliti.

Baca Juga: 4 Tips Jago Matematika Tanpa Bakat atau IQ Tinggi, Lulusan ITB Bongkar Rahasia Belajarnya

4. Perpustakaan Universitas Malahayati Bandar Lampung

Didirikan bersamaan dengan berdirinya Universitas Malahayati pada 1993, perpustakaan ini memiliki desain yang berbeda dari kebanyakan perpustakaan lainnya.

Bangunannya memanjang dan dikelilingi sungai buatan sehingga menciptakan suasana belajar yang sejuk, nyaman, dan asri bagi para pengunjung.

Baca Juga: Sejarah Universitas Brawijaya: Dari Kampus Daerah hingga Jadi Universitas Favorit Bertaraf Internasional

5. Micro Library Bandung

Micro Library yang berada di Taman Bima, Kota Bandung, menjadi salah satu perpustakaan dengan desain paling unik di Indonesia. Bangunan ini dibuat menggunakan sekitar 2.000 ember es krim plastik bekas.

Lubang-lubang pada ember tersebut membentuk pola kode biner yang menghasilkan tulisan “Buku adalah Jendela Dunia”. Berkat konsep ramah lingkungan tersebut, Micro Library berhasil meraih berbagai penghargaan arsitektur internasional, termasuk LafargeHolcim Awards for Sustainable Construction Asia Pacific 2017.

Baca Juga: Sejarah Universitas Brawijaya, Kampus Favorit Berakreditasi Unggul dengan Lebih dari 60 Ribu Mahasiswa

Halaman:

Tags

Terkini