Dengan begitu, materi yang dipelajari akan lebih mudah dipahami dan diingat.
Menurut Jerome, memberikan waktu istirahat setelah berhasil menyelesaikan target belajar justru dapat menjadi bentuk apresiasi terhadap diri sendiri.
Misalnya, setelah belajar fokus selama 30 hingga 45 menit, siswa dapat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan materi berikutnya.
Pola belajar seperti ini dinilai lebih efektif dibanding sering berhenti di tengah proses belajar hanya karena terdistraksi oleh notifikasi atau media sosial.
Baca Juga: Reformasi Membawa Perubahan Besar bagi Pendidikan Indonesia, Dari Otonomi hingga Kurikulum Baru
Jerome Polin menegaskan bahwa keberhasilan belajar bukan hanya ditentukan oleh banyaknya waktu yang dihabiskan, tetapi juga oleh kualitas konsentrasi selama proses belajar berlangsung.
Dengan membiasakan diri belajar secara fokus dalam waktu tertentu dan mengurangi kebiasaan berpindah-pindah aktivitas, siswa dapat memahami materi lebih cepat sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi UTBK maupun ujian sekolah.
Source:youtube/@nihongomantappu