Sebaliknya, target yang realistis akan lebih mudah diwujudkan dan dapat meningkatkan rasa percaya diri setiap kali berhasil diselesaikan.
Selain membuat proses belajar lebih terarah, target juga berfungsi sebagai penyemangat. Ketika berhasil mencapai satu target, siswa akan terdorong untuk melanjutkan ke target berikutnya.
Jerome menilai keberhasilan kecil yang dicapai secara bertahap mampu membangun kebiasaan belajar yang konsisten dibanding memaksakan diri menyelesaikan banyak materi sekaligus.
Cara ini juga membantu siswa tetap fokus pada proses, bukan hanya hasil akhir.
Baca Juga: Pendidikan Setelah Indonesia Merdeka, Awal Pembentukan Sistem Pendidikan Nasional
Agar target dapat tercapai, Jerome menyarankan siswa menyusunnya ke dalam jadwal belajar harian. Setiap target kemudian dibagi menjadi beberapa aktivitas kecil yang dapat diselesaikan setiap hari.
Misalnya, hari pertama mempelajari konsep dasar, hari kedua mengerjakan latihan soal, dan hari berikutnya melakukan evaluasi terhadap materi yang telah dipelajari.
Dengan perencanaan yang terstruktur, target belajar akan terasa lebih ringan sekaligus meningkatkan disiplin dalam belajar.
Jerome Polin menegaskan bahwa keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu belajar, tetapi juga oleh seberapa jelas tujuan yang ingin dicapai. Dengan menetapkan target yang spesifik, realistis, dan terukur, siswa akan lebih mudah mengembangkan kemampuan serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai ujian, termasuk UTBK.
Source:youtube/@nihongomantappu