pendidikan

Cara Membuat Aplikasi AI Tanpa Coding Pakai Gemini, Bisa Jadi Produk Digital yang Menguntungkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 16:20 WIB

 

PETACENDEKIA.ID – Cara membuat aplikasi AI tanpa coding menggunakan Gemini semakin menarik perhatian para kreator digital dan pelaku usaha. Berbekal teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), siapa pun kini dapat membuat aplikasi maupun website tanpa harus menguasai bahasa pemrograman.

Salah satu contoh yang bisa dibuat adalah aplikasi editor foto berbasis AI. Dengan memanfaatkan Gemini AI versi gratis, pengguna dapat membuat aplikasi yang mampu mengubah foto produk menjadi gambar profesional, menggabungkan beberapa foto, hingga menghasilkan foto prewedding hanya melalui perintah atau prompt sederhana.

Metode ini juga dinilai memiliki peluang sebagai ide bisnis digital karena aplikasi yang telah dibuat dapat dibagikan atau dijual kepada pengguna lain tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk proses pengembangan.

Baca Juga: Djarum Beasiswa Plus Tak Hanya Memberikan Dana Pendidikan

Proses pembuatan aplikasi diawali dengan membuka website Gemini dan memilih fitur Canvas. Pada tahap ini, pengguna hanya perlu memasukkan prompt yang berisi penjelasan lengkap mengenai aplikasi yang ingin dibuat.

Prompt tersebut menjelaskan nama aplikasi, tampilan antarmuka, pilihan warna, fitur utama, hingga model AI yang akan digunakan. Semakin rinci deskripsi yang diberikan, semakin baik pula hasil aplikasi yang dihasilkan Gemini AI.

Dalam tutorial tersebut, aplikasi yang dibuat diberi nama Editor AI dengan desain bernuansa gradasi biru, dilengkapi fitur dark mode dan light mode agar tampil lebih modern.

Baca Juga: Jerome Polin Bagikan Cara Menentukan Target Belajar yang Efektif, Jangan Asal Punya Tujuan

Fitur utama yang dikembangkan dalam aplikasi ini adalah Photo Product Maker. Pengguna cukup mengunggah foto produk biasa, kemudian AI akan mengubahnya menjadi foto produk dengan tampilan yang lebih profesional.

Aplikasi juga menyediakan dua pilihan prompt, yaitu prompt otomatis dan prompt manual. Pada mode otomatis, AI akan menyusun instruksi sendiri berdasarkan gambar yang diunggah. Sementara pada mode manual, pengguna dapat menuliskan konsep secara lebih spesifik sesuai kebutuhan.

Sebagai contoh, pengguna dapat meminta AI menampilkan sebuah kaus yang dikenakan model pria dengan latar gedung perkotaan pada siang hari. Semakin detail instruksi yang diberikan, hasil gambar yang dihasilkan biasanya akan semakin sesuai dengan harapan.

Baca Juga: 5 Perpustakaan Tertua di Dunia, Ada yang Berdiri Sebelum Masehi dan Menyimpan Harta Karun Ilmu

Selain mengedit foto produk, aplikasi ini juga memiliki fitur Image Blender yang memungkinkan pengguna menggabungkan beberapa gambar menjadi satu komposisi baru.

Dalam demonstrasi, dua gambar berbeda digabungkan sehingga produk tampak sedang dipegang oleh karakter pada foto lainnya. Pengguna juga dapat mengatur sendiri posisi objek, karakter, maupun latar belakang melalui prompt manual.

Halaman:

Tags

Terkini