pendidikan

Pengaruh Bangsa Eropa terhadap Pendidikan di Indonesia, Awal Mula Lahirnya Sekolah Modern

Selasa, 7 Juli 2026 | 14:00 WIB
Sejarah Pendidikan Indonesia

PETACENDEKIA.ID - Pengaruh bangsa Eropa terhadap pendidikan di Indonesia menjadi salah satu babak penting dalam sejarah perkembangan dunia pendidikan nasional. Kedatangan bangsa Portugis, Belanda, hingga Jepang tidak hanya membawa kepentingan politik dan ekonomi, tetapi juga memperkenalkan sistem pendidikan yang kemudian menjadi cikal bakal sekolah modern di Indonesia.

Meski pada awalnya pendidikan yang dibangun lebih mengutamakan kepentingan penjajah, pengaruh bangsa Eropa terhadap pendidikan di Indonesia memberikan perubahan besar dalam sistem pembelajaran. Mulai dari pendirian sekolah, penggunaan kurikulum, hingga lahirnya tenaga-tenaga terdidik yang kelak berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Bangsa Portugis menjadi bangsa Eropa pertama yang datang ke Nusantara pada awal abad ke-16. Selain berdagang rempah-rempah, Portugis juga membawa misionaris Katolik yang bertugas menyebarkan agama kepada masyarakat setempat.

Baca Juga: Daftar SMA Terbaik di Indonesia Versi LTMPT, Ini Rahasia Sekolah Peringkat 1 dan 2 Tetap Berprestasi Saat Pandemi

Salah satu tokoh yang dikenal memiliki peran besar adalah Fransiskus Xaverius. Ia meyakini bahwa pendidikan menjadi sarana paling efektif untuk memperkenalkan ajaran Katolik kepada masyarakat.

Atas dasar itulah sejumlah sekolah didirikan di wilayah Maluku, seperti Ternate, Ambon, dan Solor. Di sekolah-sekolah tersebut, para siswa tidak hanya mempelajari ajaran agama, tetapi juga membaca, menulis, berhitung, dan bahasa Latin.

Namun, perkembangan pendidikan yang dibangun Portugis tidak berlangsung lama. Setelah kekuasaan Portugis melemah dan digantikan oleh bangsa lain, sebagian besar lembaga pendidikan tersebut ikut berhenti beroperasi.

Baca Juga: Nurul Fikri Jadi Bimbel Offline Populer di Indonesia, Ini Keunggulan dan Program Belajarnya

 

Setelah Portugis, Belanda melalui Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) mulai memperluas kekuasaannya di Indonesia. Berbeda dengan Portugis, Belanda membangun sistem pendidikan yang lebih terorganisasi dan menjadi bagian dari administrasi pemerintahan kolonial.

Sekolah-sekolah mulai didirikan di berbagai wilayah, terutama di Ambon, Batavia, dan sejumlah kota penting lainnya. Selain pendidikan agama Protestan, siswa juga diajarkan kemampuan membaca, menulis, berhitung, serta berbagai pengetahuan dasar yang dibutuhkan dalam pemerintahan kolonial.

Meski demikian, akses pendidikan pada masa Belanda masih sangat terbatas. Sekolah lebih banyak diperuntukkan bagi anak-anak bangsa Eropa, kalangan bangsawan, dan kelompok masyarakat tertentu. Sementara sebagian besar rakyat pribumi belum memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan formal.

Baca Juga: 00:00:00 Halo guys ketemu lagi nih sama gue Gilang Ramadhan di channel Republika mahasiswa di video kali ini kita bakal ngebahas tentang enam bimbel

Salah satu ciri utama pendidikan pada masa kolonial Belanda adalah penerapan sistem dualisme. Pemerintah kolonial membedakan sekolah berdasarkan ras dan status sosial masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini