pendidikan

Sejarah Pendidikan di Indonesia, Perjalanan Panjang dari Zaman Kerajaan hingga Era Reformasi

Selasa, 7 Juli 2026 | 13:40 WIB
Sejarah Pendidikan Indonesia

PETACENDEKIA.ID - Sejarah pendidikan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pengaruh ajaran agama yang berkembang di Nusantara sejak berabad-abad lalu. Jauh sebelum sistem pendidikan modern diperkenalkan, masyarakat telah mengenal proses belajar yang berpusat pada nilai-nilai keagamaan. Berbagai agama yang masuk ke Indonesia membawa tradisi pendidikan masing-masing dan menjadi fondasi perkembangan pendidikan nasional hingga sekarang.

Dalam perjalanan sejarah pendidikan Indonesia, pendidikan berbasis agama menjadi sarana penting untuk menyebarkan ajaran, membentuk karakter, sekaligus mentransfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Mulai dari masa Hindu-Buddha, Islam, hingga masuknya agama Katolik dan Kristen Protestan, setiap periode memberikan warna tersendiri terhadap sistem pendidikan di Indonesia.

Perkembangan pendidikan di Indonesia bermula pada masa kerajaan Hindu-Buddha. Saat itu, pendidikan diselenggarakan oleh kaum Brahmana yang menjadi golongan pemuka agama sekaligus pengajar. Kegiatan belajar umumnya dilakukan di padepokan atau lingkungan kerajaan.

Baca Juga: Daftar SMA Terbaik di Indonesia Versi LTMPT, Ini Rahasia Sekolah Peringkat 1 dan 2 Tetap Berprestasi Saat Pandemi

Materi yang diajarkan tidak hanya berisi ajaran keagamaan, tetapi juga meliputi bahasa dan sastra, ilmu kemasyarakatan, astronomi, ilmu perhitungan waktu, seni bangunan, hingga seni rupa. Pendidikan pada masa itu lebih banyak ditujukan kepada kalangan tertentu, terutama keluarga kerajaan dan kaum bangsawan.

Meski demikian, sistem pendidikan Hindu-Buddha telah memperkenalkan konsep pembelajaran yang terstruktur dengan hubungan erat antara guru dan murid. Para murid juga ditanamkan nilai kedisiplinan serta tanggung jawab melalui kehidupan sehari-hari di padepokan.

Baca Juga: Nurul Fikri Jadi Bimbel Offline Populer di Indonesia, Ini Keunggulan dan Program Belajarnya

Memasuki abad ke-13, pendidikan berbasis Islam mulai berkembang seiring masuknya para saudagar dari Gujarat yang berdagang sekaligus menyebarkan agama Islam di Nusantara.

Lembaga pendidikan seperti langgar atau musala, pesantren, dan madrasah mulai bermunculan di berbagai daerah. Pesantren menjadi pusat pendidikan Islam yang mengajarkan Al-Qur'an, fikih, akhlak, hingga berbagai ilmu pengetahuan lainnya.

Sistem pendidikan di pesantren menekankan hubungan yang erat antara santri dan kiai. Para santri tinggal di lingkungan pesantren untuk mendalami ilmu agama sekaligus membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemandirian.

Baca Juga: 00:00:00 Halo guys ketemu lagi nih sama gue Gilang Ramadhan di channel Republika mahasiswa di video kali ini kita bakal ngebahas tentang enam bimbel

Hingga kini, pesantren masih menjadi salah satu lembaga pendidikan tertua yang terus berkembang dan memiliki peran besar dalam dunia pendidikan Indonesia.

Pada abad ke-16, bangsa Portugis datang ke Indonesia dengan membawa misionaris Katolik. Selain berdagang, mereka juga mendirikan sekolah-sekolah sebagai sarana penyebaran agama.

Beberapa sekolah didirikan di wilayah Maluku, terutama di Ternate, Solor, dan Ambon. Selain mengajarkan pendidikan agama, sekolah tersebut juga memberikan pelajaran membaca, menulis, berhitung, serta bahasa Latin.

Halaman:

Tags

Terkini