Setelah gambar selesai, proses dilanjutkan dengan membuat video menggunakan fitur video AI di Gemini.
Baca Juga: 10 Perpustakaan Terbesar dan Termegah di Dunia, Ada yang Menyimpan Lebih dari 30 Juta Buku!
Video tidak dibuat sekaligus dalam durasi panjang, melainkan per adegan atau scene. Setiap scene memanfaatkan gambar yang sebelumnya telah dibuat sebagai referensi visual.
Dalam workflow tersebut dijelaskan bahwa satu kali proses generate video di Gemini AI umumnya menghasilkan durasi sekitar delapan detik. Karena itu, setiap adegan diproduksi secara terpisah sebelum nantinya digabungkan menjadi satu video utuh.
Semua video yang telah dihasilkan kemudian diedit menggunakan aplikasi penyunting video seperti CapCut, Adobe Premiere Pro, Filmora, maupun software editing lainnya.
Baca Juga: ETH Zurich, Universitas Luar Negeri Terbaik di Swiss yang Melahirkan Albert Einstein
Pada tahap ini kreator menyusun urutan setiap scene, menambahkan transisi, mengatur timing, memotong bagian yang kurang diperlukan, hingga memasukkan subtitle maupun efek visual agar hasil video terlihat lebih natural.
Setelah proses editing visual selesai, langkah berikutnya adalah menambahkan narasi atau voice over, musik latar, serta efek suara.
Pengaturan volume dan sinkronisasi audio dengan visual menjadi bagian penting agar pesan yang ingin disampaikan lebih mudah dipahami oleh penonton sekaligus membuat video terasa lebih hidup.
Baca Juga: Reformasi Membawa Perubahan Besar bagi Pendidikan Indonesia, Dari Otonomi hingga Kurikulum Baru
Sebelum video diekspor, seluruh hasil kembali diperiksa mulai dari alur cerita, kualitas visual, audio, hingga transisi antar scene.
Jika masih ditemukan bagian yang kurang sesuai, kreator dapat kembali ke tahap editing sebelum melakukan proses render akhir menggunakan resolusi tinggi, seperti 4K untuk YouTube.
Setelah video selesai diekspor, konten siap dipublikasikan ke berbagai platform media sosial, baik dalam format landscape 16:9 untuk YouTube maupun format vertikal 9:16 untuk TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.
Kreator juga mengingatkan bahwa kualitas video AI sangat dipengaruhi oleh detail prompt yang dibuat. Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk terus bereksperimen, melakukan iterasi, serta menjaga konsistensi gaya visual agar hasil video semakin baik dari waktu ke waktu.
Source:Youtube/@cozydevlabs