PETACENDEKIA.ID - Banyak orang masih percaya bahwa kemampuan matematika hanya dimiliki mereka yang terlahir dengan bakat atau memiliki IQ tinggi. Namun, anggapan tersebut dibantah oleh Vincent, seorang lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), yang membagikan pengalamannya dalam menguasai matematika meski sempat memiliki nilai yang kurang memuaskan saat masih duduk di bangku SD dan SMP.
Menurut Vincent, perubahan cara belajar menjadi kunci utama yang membuatnya berhasil meningkatkan kemampuan berhitung hingga menjadi salah satu siswa terbaik di sekolah. Bahkan, ia pernah meraih penghargaan sebagai peraih nilai Ujian Nasional terbaik di Bekasi. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa siapa pun bisa jago matematika asalkan memiliki strategi belajar yang tepat.
Dalam sebuah video edukasi, Vincent membagikan empat tips sederhana yang menurutnya efektif untuk membantu siapa saja memahami matematika dengan lebih mudah.
Baca Juga: Jerome Polin Anjurkan Bentuk Grup Belajar Online, Dinilai Bisa Tingkatkan Motivasi Belajar
Tips pertama yang ditekankan adalah memahami konsep fundamental terlebih dahulu. Menurutnya, matematika merupakan pelajaran yang saling berkaitan sehingga setiap materi baru dibangun dari materi sebelumnya.
Ia mencontohkan bahwa seseorang tidak akan mudah memahami kalkulus apabila belum menguasai aljabar, geometri, maupun trigonometri. Karena itu, ketika menemui materi yang sulit dipahami, sebaiknya berhenti sejenak dan kembali mempelajari konsep-konsep dasar yang menjadi fondasinya.
Vincent mengibaratkan proses belajar matematika seperti membangun rumah. Fondasi yang kuat akan memudahkan seseorang membangun bagian rumah berikutnya. Sebaliknya, fondasi yang lemah akan membuat proses belajar menjadi jauh lebih sulit.
Tips kedua adalah menganggap matematika seperti olahraga. Sama seperti seseorang tidak bisa mahir bermain basket hanya dengan menonton video, kemampuan berhitung juga tidak akan berkembang jika hanya membaca teori.
Ia menyarankan agar siswa memperbanyak latihan soal secara konsisten. Vincent mengaku selalu menggunakan buku latihan yang dilengkapi pembahasan lengkap sehingga dapat memahami setiap langkah penyelesaian soal.
Ketika menemukan soal yang sulit, ia tidak langsung menyerah. Ia lebih dulu mencoba menganalisis soal, kemudian melihat pembahasan apabila benar-benar buntu. Setelah memahami langkah penyelesaiannya, ia kembali mengerjakan soal tersebut tanpa melihat kunci jawaban hingga berhasil memperoleh jawaban yang benar.
Baca Juga: Jerome Polin Bagikan Cara Menentukan Target Belajar yang Efektif, Jangan Asal Punya Tujuan
Menurutnya, proses belajar aktif seperti ini jauh lebih efektif dibandingkan hanya mendengarkan penjelasan guru atau melihat orang lain mengerjakan soal.